Kamis, 06 Desember 2007

Tampil percaya diri dengan kacamata


Alat yang satu ini tak hanya membantu penglihatan, tapi juga bisa menjadi salah satu fesyen. Memilih kaca mata yang tepat akan memberikan kenyamanan sekaligus nilai plus pada penampilan Anda. Belum tentu kacamata yang terlihat indah pada orang lain akan terlihat sama saat Anda kenakan.Untuk itu, pertimbangkanlah hal-hal berikut:

Jenis material bingkai kacamata

Bingkai yang terbuat dari bahan aluminium dan titanium umumnya lebih tahan lama, sedangkan yang terbuat dari plastik relatif ringan tapi sifatnya tidak fleksibel sehingga tidak terlalu mudah untuk disesuaikan dengan besar wajah.

Jenis material lensa kacamata

Terdapat dua jenis material untuk lensa, yaitu kaca dan plastik. Lensa kaca sifatnya anti gores tapi relatif berat dan harus berhati-hati menggunakannya agar tidak pecah. Sementara itu bahan plastik terhitung ringan sehingga tidak membebani tulang hidung dan tidak perlu takut pecah. Sayangnya bahan plastik ini relatif mudah terkena goresan yang bila dibiarkan dapat mengganggu penglihatan Anda.

Terdapat pilihan lain untuk lensa Anda misalnya menambahkan lapisan pelindung (antireflective) untuk meminimalkan cahaya yang masuk, menipiskan lensa (hal ini sangat berguna bagi yang berminus tebal) sehingga lebih ringan dan terlihat lebih bagus, lensa progresif atau photochromic (lensa transisi) yang secara otomatis warnanya akan berubah menjadi lebih gelap saat terkena sinar matahari.

Anda dapat menyesuaikan jenis material bingkai dan lensa kacamata ini dengan aktivitas sehari-hari, seperti lensa photochromic yang cocok digunakan untuk orang yang lebih banyak menghabiskan waktu diluar ruangan.tentu saja pembuatan ini akan menambah beban pada anggaran Anda.

Bentuk kacamata

Ibarat pakaian, bentuk kacamata juga dapat memancarkan kepribadian Anda. Mulai dari bentuk bingkai, hingga pemilihan warna pada kacamata tersebut sangat berperan untuk mencerminkan kepribadian Anda yang sesungguhnya. Misalnya, bingkai kacamata dengan warna tidak umum seperti kuning atau merah secara tidak langsung menggambarkan bahwa pemakainya adalah tipe orang yang percaya diri.


Tentu saja bingkai kacamata ini juga harus disesuaikan dengan bentuk wajah.Wajah oval relatif cocok menggunakan bentuk apapun. Sementara itu, wajah berbentuk persegi sebaiknya menggunakan bingkai kacamata yang sifatnya mendatar. Sebaliknya dengan wajah bulat, sebaiknya mengenakan kacamata yang bentuknya persegi sehingga wajah akan terlihat lebih panjang.

makanan untuk kesehatan mata

Mata adalah panca indera manusia yang sangat penting/esensial. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan, kita tidak dapat menikmati dan merasakan betapa indahnya alam semesta ini. Kenyataannya kita sering lupa untuk melakukan perawatan mata, padahal seperti halnya bagian tubuh yang lain, mata mungkin saja terkena gangguan atau masalah kesehatan. Gangguan-ganguan tersebut bisa disebabkan oleh udara yang tidak bersih atau terpolusi, radiasi sinar matahari, radiasi akibat terlalu lama di depan komputer, dan gangguan-gangguan lainnya.

Studi yang dilakukan oleh Eye Disease Prevalence Research Group (2004) memperkirakan bahwa pada tahun 2020 jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa. Studi ini menyebutkan juga bahwa penyakit mata dan kebutaan akan meningkat terutama bagi mereka yang telah berumur diatas 65 tahun. Seseorang yang berumur 80 tahun keatas yang merupakan 8% dari total penduduk, mengalami kebutaan sebanyak 69%.

Gangguan kesehatan pada mata yang umum terjadi adalah penurunan fungsi penglihatan, gejala mata merah tanpa ada penurunan fungsi penglihatan, dan mata merah dengan fungsi penglihatan turun. Sampai saat ini, penyakit mata yang banyak diderita adalah katarak, glukoma, dan infeksi.

Seiring dengan meningkatnya perhatian dan pengetahuan pengaruh gizi terhadap kesehatan, khususnya kesehatan mata menyebabkan pesatnya pertumbuhan pasar terhadap produk-produk kesehatan mata. Sebagian besar produk-produk untuk kesehatan mata yang dipasarkan sekarang berbentuk suplemen. Selain senyawa antioksidan (vitamin A, C, dan E) yang sebelumnya telah diketahui dapat meningkatkan kesehatan mata, senyawa lain seperti lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin, baru-baru ini diketahui sebagai senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan mata.

Lutein suatu kelompok senyawa karotenoid berwarna kuning yang banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau. Lutein terdapat di macula dan dipercaya dapat melindungi mata dari kerusakan oksidatif oleh sinar radiasi ultraviolet (UV).

Macula berada di tengah-tengah retina dan bersebelahan langsung dengan lensa mata. Macula merupakan daerah kecil yang mengandung jutaan sel yang membantu menghasilkan penglihatan yang tajam untuk membaca atau melihat obyek dengan jelas.

Senyawa karotenoid lain yang terdapat di dalam macula adalah adalah zeaxanthin, yang diketahui dapat memberikan manfaat untuk kesehatan mata.

Penelitian yang dilakukan oleh Chitchumroonchokchai dan koleganya pada tahun 2004 dari Ohio State University, menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin dapat melindungi sel lensa manusia dari paparan sinar UV, yang merupakan penyebab utama terjadinya penyakit katarak. Selain itu, mereka membandingkan aktivitas antioksidan lutein dan zeaxanthin dengan vitamin E. Hasilnya menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin menunjukkan aktivitas 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin E dalam melindungi sel lensa dari kerusakan akibat sinar ultraviolet.

Pada tahun yang sama juga dilakukan penelitian oleh Neuringer dan kolega, menujukkan kemampuan lutein dan zeaxanthin dalam meningkatkan kesehatan mata. Sedangkan pengujian pada hewan yang disponsori oleh DSM Nutritional Products Swiss, menunjukkan bahwa suplementasi atau penambahan lutein dan zeaxanthin meningkatkan aktivitas antioksidan di dalam darah.

Kelompok senyawa karotenoid lainnya yang ternyata memiliki kemampuan untuk melindungi macula dari paparan sinar UV adalah astaxanthin. Guerin et al. (2003) menyebutkan bahwa kemampuan antioksidan dan anti-inflamasi senyawa astaxanthin dapat memberikan efek perlindungan mata dari sinar UV.

Sampai saat ini aktivitas antioksidan dari senyawa lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin memberi jawaban mekanisme terjadinya peningkatan kesehatan mata. Radikal bebas yang berasal dari sinar UV atau cemaran udara, masuk ke mata mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi molekul-molekul rentan pada lensa mata.

Molekul tersebut adalah protein dan lemak yang menyusun lensa mata. Efek dari oksidasi ini menyebabkan rusaknya protein atau lemak pada lensa mata. Seiring dengan bertambahnya usia dan semakin terakumulasinya tekanan radikal bebas, protein dan lemak yang rusak tersebut akan semakin besar jumlahnya. Itulah yang membuat penglihatan kabur dan lama-kelamaan menjadi buta.

Lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin menangkapi radikal bebas (radical scavenger activity) dengan cara berikatan dengannya sebelum radikal-radikal tersebut merusak protein atau lemak lensa mata. Atau dengan kata lain lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin dapat disebut sebagai protektor lensa mata terhadap serangan radikal bebas.

Karotenoid banyak ditemukan pada sayuran berwarna kuning-jingga seperti wortel, sayuran berwarna hijau seperti brokoli, dan buah-buahan berwarna merah dan kuning-jingga, seperti tomat, arbei, semangka, dan mangga. Jadi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan secara teratur dapat memenuhi kebutuhan lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin setiap harinya. Selain itu efek lain mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan adalah meningkatkan asupan serat makanan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

MURAH DARI YANG TERMURAH



sebuh perusahaan besar akan berdiri,dengan owner seorang SE (Sarjana Ekonomi). Group perusahaan yang akan berdiri kokoh,dengan slogan yang murah dari yang termurah.